
Isbal (memanjangkan celana sampai dibawah mata kaki) bagi pria.Apakah itu boleh?
kewajiban bagi seorang muslim untuk mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mentaati beliau dengan melaksanakan perintahnya serta menjauhi larangannya dan membenarkan berita yang dibawa beliau
Isbal adalah menurunkan pakaian di bawah mata kaki baik itu berupa celana ataupun sarung. Sedangkan pelakunya disebut Musbil.
Mereka yang melakukan perbuatan Isbal pada pakaian bahkan sampai terseret di tanah , itu adalah perbuatan yang mengandung bahaya yang besar, karena menentang perintah Allah dan Rasul-Nya, melaksanakan apa yang dilarang Allah dan Rasulnya adalah sikap menentang, pelakunya akan mendapat ancaman yang keras.
Dalil dari Al Qur'an
Jika Anda menanyakan dalil pelarangan isbal dalam Al-Qur’an, maka secara nash memang tidak ada. Namun sebagian ulama menyebutkan, larangan isbal dan perintah mengangkat pakaian telah disebutkan dalam firman Allah سبحانه وتعلى,
“Dan pakaianmu bersihkanlah.” (QS. Al Muddatstsir: 4).
Al Imam Al Qurthubi menafsirkan ayat ini, beliau berkata, “Dan pakaianmu angkatlah dan pendekkan karena dengan memendekkan pakaian lebih menjauhkan dari najis. Jika dia menurunkannya ke tanah maka pakaian tersebut tidak aman dari sesuatu yang dapat menajiskannya. Demikian perkataan Az Zajjaj dan Thowus.” (Tafsir Al Qurthubi, 19: 65).
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Sifat sarung seorang Muslim itu hingga tengah betis. Tidak berdosa antara tengah betis dan mata kaki. Dan apa yang di bawah mata kaki maka itu di neraka.” (Beliau mengulanginya tiga kali) “Barang siapa yang meleretkan sarungnya karena sombong, maka Allah tidak akan memandangnya (di hari kiamat).” (HR. Abu Dawud dan lainnya. Hadits shahih).
Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, “Ada tiga kelompok manusia yang Allah tidak mengajaknya berbicara di hari kiamat, tidak melihat kepada mereka, tidak menyucikan mereka dan bagi mereka siksa yang pedih.” (Abu Dzar) berkata, ”Rasulullah menyebut ini tiga kali”. Abu Dzar berkata, “Sungguh celaka dan merugi mereka itu, siapa mereka wahai Rasulullah?” Bersabda Rasulullah, “Orang yang isbal, orang yang menyebut-nyebut pemberiannya, dan orang yang melariskan barang dagangannya dengan sumpah palsu." (HR. Muslim).
Nabi صلى الله عليه وسلم mengikuti seorang laki-laki dari Tsaqif hingga beliau berlari kecil mengikuti jejaknya, ketika beliau sampai pada laki-laki tersebut, beliau memegang pakaiannya, lalu bersabda, “Angkatlah sarungmu!” Laki-laki tersebut menyingkapkan pakaiannya hingga terlihat kedua lututnya. Lalu dia berkata, “Wahai Rasulullah, kakiku bengkok dan lututku berbenturan ketika berjalan.” Maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,
“Setiap ciptaan Allah سبحانه وتعلى itu baik.”
Sejak saat itu, laki-laki tersebut tidak terlihat kecuali sarungnya di tengah kedua betisnya hingga ia meninggal dunia. (HR. Ahmad dan lainnya).
Bayangkan, sekadar isbal untuk menutupi cacatnya—bukan karena sombong, sahabat itu tetap tidak diijinkan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم.
Lalu bagaimana dengan Anda?Allah menganugerahi Anda kaki yang sempurna tanpa cacat. Ini adalah nikmat yang perlu untuk disyukuri. Dan salah satu cara bersyukur adalah dengan menjauhi larangan-larangan-Nya. Isbal di antaranya.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar